Jumat, 30 Desember 2011

Membangun Rumah Tangga yang SAMARA


Kebahagiaan adalah target utama dalam membina rumah tangga. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Apa gunanya menikah dan membangun keluarga, tetapi yang ada hanyalah terasa sesak dada, sengsara penuh derita, dan diri menjadi terpuruk. Justru fitrah manusia itu sesuai dengan fitrah pernikahan yaitu sebagai muara kebahagiaan dan ketenangan hidup.

Siapapun yang membangun rumah tangga, kaya ataupun miskin, pejabat maupun rakyat, gubernur atau abang bajigur, semuanya adalah berangkat terhadap satu tujuan yaitu mencapai kehidupan yang layak dan membahagiakan.

Bagi kita keluarga muslim, selayaknya tujuan hidup difokuskan pada tujuan ukhrawi (akhirat) karena tiada manfaat jika di dunia kita senang tapi di akhirat malah sengsara. Baiknya, di dunia kita senang dan bahagia, di akhirat kita bersuka cita meraih surga.Oleh karena itu, mari sama-sama berjuang membangun keluarga SAMARA (sakinah, mawaddah, rahmah) sepanjang masa.
Kiat-kiatnya adalah :
(1) menjadi keluarga berilmu,
(2) menjadi keluarga yang menyesuaikan amal dengan ilmu,
(3) menjadi keluarga yang saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, dan
(4) menjadi keluarga yang senantiasa syukur dan sabar menyikapi kehidupan.

(Ujang Rustandi/12110433/12.2B.24)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Anda posting komentar